Parsipatoris Wali Murid dan Rencana Anggaran BOSDA Provinsi Jawa Timur Untuk SMA / SMK.

Read Time2 Minutes, 1 Second

Jawapes.Com, Gresik –
Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di lembaga sekolah menjadi prioritas bagi semua kepala sekolah tentunya, namun hal tersebut tidaklah mudah, selain keikutsertaan seluruh komponen penyelenggara proses pendidikan juga disertai dengan pembiayaan yang memadai atau minimal sesuai standard normal yang sudah ditentukan, ucap Drs. Tohir, MM mengawali perbincangan dengan Jawa Pes media.

Kunjungan kerja Jawa Pes media pada kali ini di SMA Negeri 1 Sidayu, Gresik sebagai tujuan lebih mempererat silaturahmi serta memperkokoh hubungan komunikasi yang sudah terjalin sebelumnya dengan Drs.Tohir, MM selaku ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri se-kabupaten Gresik.

Bertempat di ruang kerjanya, pertengahan Juni 2019 awal masuk sekolah setelah libur bersama dalam rangka lebaran idul fitri, Drs. Tohir, MM menerima awak media Jawa Pes kali ketiga pertemuan dengan intensitas hubungan adalah kerja sama dibidang entrepreneurship yaitu penyediaan air kesehatan atau TDS 0,01%.

Perlu kita ketahui bahwa perusahaan air kesehatan TDS 0.01% dari Pasuruan, Jawa Timur adalah merupakan satu naungan perusahaan dengan Jawa Pes media.

Penawaran prospektif dari Jawa Pes media kepada pihak koperasi sekolah melalui program pengadaan air kesehatan TDS 0.01% dari Pasuruan Jawa Timur diharapkan dapat sedikit menopang kebutuhan biaya operasional sekolah, menurut Drs. Tohir, MM bahwa setiap hal yang baru adalah tantangan dan tidaklah mudah diterima namun masih butuh proses, jawabnya.

Kembali ke tema seputar pendidikan, langkah apa yang telah dilakukan oleh pihak sekolah pada umumnya atas berubahnya kewenangan, mengingat beberapa tahun terakhir lembaga pendidikan sekolah SMA maupun SMK diambil alih oleh pemerintah provinsi ?

Tetap memaksimalkan baik anggaran maupun potensi yang ada dengan penuh berharap partisipasi dari seluruh masyarakat, khususnya wali murid, harap Drs. Tohir, MM.

Bahwa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN masih jauh dari standard minimal biaya pendidikan tiap anak yaitu sebesar Rp.1,4 juta / tahun, sedangkan kebutuhan biaya pendidikan tiap anak mencapai Rp.4-4,5 juta / tahun, terangnya.

Masih Drs. Tohir, MM, walaupun menurut rencananyanya, pemerintah provinsi dalam waktu dekat atau tahun depan juga akan menganggarkan BOSDA bagi tiap anak didik sebesar Rp.95 ribu / bulan, bila ditambahkan dengan BOS masih juga belum memenuhi kebutuhan, tambahnya.

Keikutsertaan pemerintah daerah kabupaten Gresik juga kami harapkan, tekan Drs. Tohir, MM dan melalui DPRD komisi pendidikan beberapa waktu lalu mengadakan kegiatan heareng atau masih dalam tahap pembahasan, jelasnya.

Oleh karena itu, kesadaran parsipatoris dari para wali murid juga sangat menentukan pada kualitas maupun kuantitas pendidikan, apabila tidak demikian maka sebagai konsekwensinya adalah pengurangan kegiatan program program sekolah baik akademik maupun non akademik, pungkas Drs. Tohir, MM.(Sub)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Related Articles

Back to top button
Close