Netralitas Panitia Penyelenggara Pilkades Menjadi Faktor Kondusifitas

Read Time2 Minutes, 1 Second

Foto : Suharsono ( incumben ) calon kepala desa Tenggor.

Jawapes.id – Gresik,
Setelah usai bangsa Indonesia melangsungkan perhelatan nasional, Pemilu April 2019 guna menentukan wakil rakyat dari tingkat daerah, kabupaten / kota, propinsi maupun nasional, beserta pemilihan presidennya.
Kembali, kontestasi politik penyelenggaraan pemilihan kepala desa ( Pilkades ) serentak diberbagai daerah segera akan dilangsungkan tepatnya pada akhir Juli tahun ini.

Jawa Pes media, dalam rangka turut mengawal serta mensukseskan kegiatan Pilkades ini, berhasil menghimpun beberapa catatan yang berhubungan dengan proses penyelenggaraan pemilihan, peraturan perundangan, tingkat antusiasme dan partisipasi penduduk, seiring juga dengan berbagai tradisinya.

Berikut catatan serta uraian singkat dari hasil interview Jawa Pes media dengan Suharsono ( incumben ) calon kepala Desa Tenggor kecamatan Balong Panggang, Gresik saat ditemui dikediamannya belum lama ini.

Mengingat berbarengan dengan begitu banyak para tamu serta para pendukung yang hadir di rumah Suharsono ( incumben ) peserta calon kepala desa adalah sebagai bentuk dukungan yang dikemas dalam kegiatan tirakatan atau melek bersama sampai menjelang pagi.

Telah menjadi catatan oleh Jawa Pes media bahwa tirakatan atau melek bersama sampai menjelang pagi oleh para pendukung dikediaman peserta calon Kades adalah tradisi disetiap desa di daerah wilayah kabupaten Gresik.

Suharsono ( incumben ), berusaha optimal dalam pelayanan, maksimal dalam penyampaian serta memilih lebih berhati-hati namun tegas dalam mengambil keputusan atau kebijakan terlihat saat berlangsungnya dialog dengan Jawa Pes media.

Melanjutkan serta menuntaskan program, melalui kegiatan yang senantiasa baru seperti pagelaran pagelaran kesenian guna merubah mindset yang kurang produktif walaupun harus merogoh kocek sendiri, tetap mempertahankan karakter budaya lokal yang positif, masih menjadi visi Suharsono ( incumben ).

Misi, menjadi tauladan, dapat dibanggakan bagi siapapun yang mengenalnya, konsekwen dan dengan latar belakang kedisiplinan berani mengambil resiko, Suharsono telah wujudkan pada periode pertama sebagai kepala desa Tenggor kecamatan Balong Panggang, Gresik.

Sebagai incumben, Suharsono mewanti-wanti agar semua pihak turut bertanggung jawab dalam mensukseskan kegiatan Pilkades ini, menurutnya hal itu akan tercapai apabila kematangan dan kedewasaan dalam berpolitik menjadi landasan utama bagi semua pihak.

Sesuai informasi yang telah diketahui bersama bahwa Desa Tenggor adalah satu dari dua desa yang termasuk desa penyelenggara Pilkades yang “rawan” sekecamatan Balong Panggang, ungkap Suharsono.

Rawan akan terjadi inkondusifitas dalam proses penyelenggaraan Pilkades yang ditengarai oleh pihak pengamanan menurut Suharsono ( incumben ) adalah banyak sekali faktor penyebabnya, sebagai contoh ketidak netralan panitia.

Pada akhirnya Suharsono ( incumben ) selaku peserta calon kepala desa Tenggor kecamatan Balong Panggang, Gresik tegas mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang terlibat pada proses penyelenggaraan Pilkades, baik panitia, peserta calon Kades serta para pemilih untuk bersama-sama mematuhi dasar hukum penyelenggaraan Pilkades yaitu Perbub, pungkasnya.(Sub)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Related Articles

Back to top button
Close