Layak Disidak Jaksa, Diduga Proyek RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Abaikan BOQ dan RAB

Read Time1 Minute, 26 Seconds

Jawapes | Sampang – Adanya larangan wartawan meliput pelaksanaan pekerjaan proyek CV Falah Abadi (kontraktor yang mengerjakan, red) dengan menelan anggaran sebesar Rp 1.412.100.000,00 yang berlokasi di samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Kabupaten Sampang pada Rabu (05/09/2019) lalu.

Hal itu, tidak hanya menguatkan adanya dugaan bahwa proyek itu tidak sesuai Bill of Quantity (BOQ) dan Rancangan Anggaran Bagunan (RAB) dan gambar yang tertuang dikontrak. Akan tetapi juga semakin membuka tabir satu pintu dalam peluncuran semua kegiatan proyek di kota Bahari bahwa Aparat Sipil Negara (ASN) semakin bebas bermain proyek milyaran.

Berawal, saat pelaksanaan pekerjaan proyek yang diduga mengabaikan pedoman teknis pembangunan gedung. diantaranya,
Tidak menggunakan Pondasi
(tidak digali, langsung di pasang Sloof), serta menggunakan Pasir putih sebagai campuran Beton dan pasangan. tidak nampak tenaga ahli mendampingi saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung, pada saat bersamaan tim investigasi berada dilokasi tersebut dan dari pihak kontraktor ketakutan dan langsung mengusir wartawan. (07/09/2019).

Saat dikonfirmasi Ir Huzairi, selaku PPK proyek pengembangan gedung gizi dan tempat parkir dengan diperlihatkan data-data dilapangan tidak bisa menjelaskan kwalitas dan kwantitas pekerjaan proyek tersebut.

“Waduh saya kurang paham kalau masalah mutu betonnya mas, langsung saja hubungi Marnilem camat Jrengik,” ungkapnya.

Disinggung soal kapasitas Marnilem serta siapa pengawas proyek tersebut, Huzairi salah tingkah dan keceplosan.

“Yang menang proyek masih satu group dengan Marnilem, dia yang mengerjakan proyek itu mas, kalau
lelang proyeknya sudah sesuai prosedur, ya begitulah di Sampang ini, sambil senyum senyum kebingungan,” dalihnya.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh dr Titin Hamidah, selaku Dirut RSUD dr Mohammad Zyn, terkait ketidak sesuaian pekerjaan proyek dengan RAB dan gambar.

“Tidak mungkin tidak sesuai mas, karena saya dengan Aba Marnilem (camat Jrengik, red) ke lokasi proyek saat tanah di keruk pakai bego besar itu,” kata dr Titin. (R17/tim/one)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Back to top button
Close