Lapor, Kapolda Jatim: Pembangunan Kanopi di Mapolres Sampang Diduga Bersumber Dari Dana Siluman

Jawapes.Com, SAMPANG – Adanya pembangunan kanopi di halaman belakang Mapolres Sampang, Jawa Timur dengan ukuran kurang lebih sekitar 100 x 50 meter sudah hampir rampung 100 persen. Namun, yang mengherankan dilokasi tidak ada keterangan pekerjaan tersebut bersumber dari mana asal dananya.

Padahal, keterbukaan informasi publik untuk badan publik hukumnya wajib, lebih-lebih di lingkup Kepolisian Rebuplik Indonesia sebagai contoh teladan bagi masyarakat luas yang tertuang dalam undang-undang keterbukaan informasi publik tahun 2008. Semua kegiatan badan publik wajib dipublikasikan dan diketahui oleh masyarakat, terkecuali rahasia Negara.

Menurut informasi yang dihimpun tim investigasi media Jawapes dari internal Polres Sampang, bahwa dana untuk pembangunan kanopi tersebut didapat dari hibah barang berupa bahan kanopi dari pihak swasta.

“Hibah itu ada dua macam, hibah uang dan hibah barang. Kalau belum diserahkan sama yang memberi hibah penerima hibah belum tahu apa saja macam barangnya. Beda kalau hibah uang dari diterima sudah harus terinci untuk apa saja. Itu bedanya hibah uang dengan hibah barang,” kata salah satu narasumber yang enggan disebut namanya, Minggu (24/11/2019).

Saat tim mengkeroscek di LPSE Polda Jatim tidak ada pekerjaan kanopi di Mapolres Sampang. Dari konfirmasi via selulernya berulang-ulang Yoyok selaku kabag Humas Polres Sampang, enggan merespon walau nada sambung selulernya aktif dan normal.

Perlu diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis berkomitmen jajaran Polri membantu pengawalan pembangunan di daerah. Idham menegaskan jajarannya tak akan terlibat masalah atau ‘permainan’ dalam pembangunan di daerah.

“Gubernur, Bupati dan Wali Kota saya ingin beri gambaran bahwa Polri bisa jadi rekan untuk kawal pelaksanaan pembangunan di daerah melalui konsultan yang solutif, untuk itu harus menggandeng para Kapolres,” kata Idham saat beri pemaparan di Rakornas Forkopimda, SICC, Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019) lalu.

Idham menegaskan anggota Polri tidak akan bermain dalam mengawal pembangunan di daerah. Dia juga tidak segan menindak jajaran Polri yang terlibat konspirasi dalam pembangunan.

“Saya minta Kapolres tidak jadi bagian permasalahan yang ada di daerah, karena bukan rahasia umum banyak yang minta proyek, nah ini bagian masalah, konspirasi. Jika dia begitu, para gubernur, wali kota silakan hubungi saya nanti saya carikan pemain cadangan,” ucapnya. (0n1/tim/Red)

Related Articles

Back to top button
Close