Konsultan Pengawas Kecolongan, PPTK Proyek Ancam Bongkar

Read Time1 Minute, 55 Seconds

 

Jawapes.Com, Sampang – Patgulipat pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Tase’an di ruas Desa Pasean dan Desa Panggung, Kabupaten Sampang senilai Rp.712.700.000, bersumber dari APBD Sampang Tahun Anggaran (TA) 2019, dikerjakan CV Pulau Garam diduga kuat dikerjakan asal-asalan.

Hal itu dikarenakan, kwalitas bahan tidak sesuai dengan spek yang telah ditentukan. Seperti saat proses pengecoran, seharusnya menggunakan batu coral ukuran kecil dalam adonannya, namun pelaksana dengan sengaja menggunakan batu berukuran lebih besar untuk mengakali minimnya penggunaan semen. Sehingga hasil yang diperoleh kurang padat, dan daya kekuatan mutu beton tersebut tidak standart.

“Adanya pengurangan volume pekerjaan kedalaman stross, ketebalan bantalan bawah pondasi dimana tidak dikerjakan galian pondasi,  serta pasangan pondasi dengan ukuran 3,30x5x1 meter, pelaksana tidak menggunakan besi pengunci pada kepala abutment. Sehingga, berindikasi jembatan suatu saat akan bergeser posisinya,” ungkap Achmad Rifa’i selaku Sekjen LSM Lasbandra, dari hasil infestigasinya saat di lokasi, Selasa (23/10/2019).

Lanjut Rifa’i, pengawas konsultan serta pengawas pelaksana, tak terlihat satupun dilokasi saat proses pengerjaan proyek tersebut.

“Saya harap, baik pengawas konsultan dan pelaksana selalu memantau jalannya proyek ini. Agar pengerjaan pembangunan/rehabilitasi jembatan sesuai dengan gambar dan RAB,” pungkasnya.

Sementara, Ainul Yakin selaku pengawas konsultan CV Global Design mengungkapkan, jika dirinya belum sama sekali melihat dan membaca isi kontrak proyek yang dimaksud. Adapun, saat ditanya tentang CV konsultannya, Ainul mengaku jika dirinya tidak tahu pasti, tentang profil CV-nya tersebut.

Saat media Jawapes berusaha memberikan informasi mengenai penggunan batu pondasi pada progres kepala abutment, dirinya memberikan pernyataan mendukung langkah pekerjaan tersebut. Adapun, tanpa rasa beban dirinya hanya akan memberikan surat teguran kepada pelaksana kegiatan.

“Waduh, kecolongan kalau begitu. Lagian saya tidak mungkin tiap hari ngawasi disana, kalau sampeyan mau tiap hari disana, saya siap bayar. Saya kesana hanya hari Sabtu dan Minggu. Toh, kalau sudah terjadi seperti itu, sudah jangan dibongkar. Biarkan saja, nanti saya beri surat teguran saja,” entengnya Ainul.

Di sisi lain, Kepala Seksi (Kasi) Jembatan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang, Sahrul menegaskan, proyek pembangunan jembatan yang dimaksud, harus dilakukan pembongkaran dan pembangunan ulang.

Namun, saat ditanya bunyi kontrak, dirinya kebingungan. Bahkan, dengan gamblang ia menyatakan jika bunyi kontrak berbunyi gabungan atau campuran.

“Jika memang progresnya begitu, kami akan suruh bongkar kembali bangunan tersebut. Nah, untuk bunyi kontraknya itu sendiri, di kegiatan ini ada hitungan volume secara Unit Price dan juga hitungan volume secara Lump Sum,” singkatnya. (Tim/red)

 

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Related Articles

Back to top button
Close