Kasi Sarpras Disdik Sampang Kurang Profesional

SAMPANG (Jawapes.com) – Dibutuhkan kemampuan khusus bagi seorang Kepala Seksi (Kasi) dalam menangani segala hal yang dibidanginya, karena mereka adalah kepanjangan dari Kepala Dinas (Kadis) dalam menjalankan instansi yang dibawahinya.

Namun apa yang terjadi jika kinerjanya kurang profesional dalam mengatasi permasalahan yang datang pada pekerjaan yang dibidanginya.

Hal ini membuat Sekjen LSM Lasbandra Ach.rifa’i mendatangi Kasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar, Roji’un di ruangannya, dengan tujuan untuk mengklarifikasi tentang beberapa pekerjaan yang diduga bermasalah dalam penggunaan bahan materialnya, jum’at (22/2/2019).

Saat mempertanyakan adanya pengurangan bahan yang digunakan di salah satu pekerjaan, Roji’un menjelaskan jika pihaknya telah melakukan adendum, sehingga kelebihan dana yang dipakai saat pekerjaan akan dialihkan ke Item yang lain melalui penambahan pekerjaan.

“Disaat pekerjaan sudah jalan dan kami temukan ada pengurangan, tidak mungkin dibongkar, jadi kita lakukan addendum sehingga nantinya ada penambahan pekerjaan sesuai dengan kelebihan dana yang terpakai,” ujar Rojiun.

Menanggapi jawaban itu Rifa’i bertanya prosedur Addendum dan juga perbedaan antara Adendum dan Cco, hal itu dikarenakan prosedur Adendum tidak semudah itu untuk dilakukan.

“kalau ada permasalahan seperti yang saya sampaikan, seharusnya bukan adendum tapi Cco, nah sekarang saya minta bapak untuk menjelaskan prosedur adendum biar ada kejelasan,” tanya Rifai.

Pertanyaan yang dilontarkan Rifa’i membuat Roji’un kebingungan, sehingga tidak bisa menjelaskan dan tidak bisa menjawab pertanyaannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kasi Sarpras SD tersebut tidak mengerti perbedaan dan mekanisme Addendum dan Cco.

Rifa’i juga menambahkan, jika sekelas kasi tidak memahami bagaimana nasib program pemerintah melalui Dinas Pendidikan nantinya.

Menurutnya, sebagai mitra kerja dari pemerintahan, sudah menjadi kewajibannya untuk mengingatkan jika ada permasalahan, sehingga tercipta sinkronisasi antar lembaga pemerintah, pemantau dan masyarakat umumnya. (Tim/Red)

Bagikan berita ini



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.