Galian Pasir dan Batu Blonos di Kecamatan Tambak Meresahkan Warga

Read Time1 Minute, 19 Seconds

Jawapes.Com, Banyumas – Kegiatan pertambangan di Desa Kamulyan Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas di resahkan warga setempat, dikhawatirkan saat musim penghujan tiba, bisa menimbulkan banjir di wilayah pemukiman area Pasar Tambak dan sekitarnya. Di sebabkan lokasi tersebut tidak jauh dari makam desa setempat yang sebelumnya pernah alami banjir, sehingga dikhawatirkan terjadi banjir lagi yang lebih besar.

Jalur kendaraan yang mengarah pada area pertambangan setempat berakibat juga pada kerusakan jalan dan keamanan keluar masuk kendaraan, karena jalur tersebut tidak dilengkapi adanya petugas pengatur jalan lintasan mobil dump truck pembawa muatan pasir atau batu.

Menurut keterangan Dinas ESDM bahwa pertambangan tersebut telah memiliki ijin, namun terindikasi tidak memenuhi kaidah aturan penambangan yang semestinya seperti kedalaman pengerukan pasir dan koordinat yg tidak pas. Hal tersebut di harapkan dinas terkait dapat melihat ke area pertambangan dan lebih mementingkan faktor keamanan pada dampak lingkungan.

Hasil pertambangan pasir dan batu di area tersebut merupakan hasil yang di suplai ke usaha pemecah batu (stone chruser) di wilayah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap, termasuk ke stone chruser yang berada di Desa Gumelar Lor Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas dengan berlokasi di zona hijau yang di duga tidak memiliki ijin.

Saat awak media menanyakan tentang aturan pertambangan pada Senin (1/7/2019) di jelaskan oleh Aos dari Dinas ESDM Provinsi, bahwa semua pengusaha pemecah batu (stone chruser) harus memiliki ijin, jelasnya.

Berdasarkan informasi yang di dapat tim Jawapes dalam aktifitas penggalian tersebut di perkirakan berkisar sekitar 30 sampai 40 rit dump truck per hari untuk memuat material dari dua alat berat (exavator). Top soil yang seharusnya untuk reklamasi ternyata di jual ke masyarakat untuk tanah urug. (Mugiono)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Related Articles

Back to top button
Close