Dinilai Kurang Perhatikan Kepentingan Masyarakat, Kinerja Kades Anggersek Camplong Disorot

Read Time1 Minute, 45 Seconds

 

SAMPANG, (Jawapes.com) – Gerak laju pembangunan di Desa Anggersek, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang yang selama ini menjadi harapan masyarakat desa tersebut rupanya harus terkikis karena ritme pembangunan di desa itu cenderung lamban. Padahal, anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat bagi desa cukup banyak.

Bukan hanya sektor pembangunan yang agak tersendat, namun kenyataan pemerintah desa yang sudah hampir empat tahun dipimpin oleh Abdul Wahid, selaku Kepala Desa Anggersek itu berimbas pada pelayanan yang kurang maksimal pada masyarakat yang membutuhkan pelayanan di kantor desa.

Tanda-tanda menepati janji untuk mensejahterakan masyarakat sepertinya tipis, janji politik sewaktu pencalonan sebagai kades dulu, seperti hanya omong kosong belaka. Kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat desa seperti diabaikan, kebutuhan masyarakat yang sudah turun temurun sejak kepemimpinan Almarhum orang tuanya pun belum terpenuhi.

Salah satu diantara berbagai kebutuhan masyarakat tersebut adalah, air bersih dan juga air untuk kebutuhan bercocok tanam, yang mana mayoritas penduduk desa dalah petani.

Hal itu, diungkapkan langsung oleh salah satu warga desa Anggersek kepada Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat silaturrahim sekaligus buka bersama dalam rangka safari ramadhan 1440 H pada Kamis (16/05/2019) silam.

Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan langsung kepada pemerintah. Selain meminta untuk membenahi akses jalan, warga juga sangat berkeinginan kebutuhan air bersih segera dipenuhi.

“Kebutuhan air bersih di daerah Anggersek tersebut akan segera dipenuhi dengan kerjasama masyarakat setempat. Pemerintah selama ini sudah menemukan sumber titik air, hanya masih belum optimal karena ada beberapa kendala,” kata Bupati, kala itu.

Tak kalah mencengangkan dengan yang disampaikan oleh Mamat, salah satu pemuda Anggersek kepada redaksi Media Jawapes, yang paham betul sifat dan watak kadesnya tersebut.

“Bagaimana desa mau maju, kalau kadesnya sendiri yang menjadi kendala, diantaranya tertutup tidak mau dikasih saran dan masukan untuk kesejahteraan warganya,” ungkap Mamat, Sabtu (01/06/2019).

Menurut Mamat, Kepala Desa juga terkesan mengutamakan uang dari pada memenuhi kebutuhan warga.
Contohnya, kalau ada warganya mengerjakan proyek di desa Anggersek, itu wajib setor uang puluhan juta ke Kades (Klebun).

“Kalau tidak, Kades akan menggunakan segala macan cara agar dapat uang jatah tersebut. Lalu, bagaimana untuk bantuan dari pemerintah Kabupaten, Propinsi, dan pusat yang terkesan ditutupi oleh Kades. Siapa yang akan menjamin tidak di selewengkan oleh Kades ?,” tandas Mamat. (Tim/red)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Related Articles

Back to top button
Close