Diduga Tertibnya Upeti, Mempengaruhi Kinerja Polres Sampang

Jawapes.Com, Sampang – Adanya indikasi pembiaran menjamurnya tambang galian C ilegal di Kabupaten Sampang tidak lepas dari peran penegak Perda dan penegak Hukum yang tutup mata,
Bisa dikatakan tidak mungkin aparat penegak hukum tidak mengetahui adanya hal tersebut.
Bahkan sudah sering galian C tersebut memakan korban jiwa tapi tidak ada tanda tindakan tegas dari Penegak Hukum maupun Pemerintah untuk menertibkan galian ilegal tersebut.

Pantauan tim investigasi media Jawapes, Pemerintah dan penegak hukum seperti sengaja membiarkan dengan dalih semua ijin galian C tersebut wewenang Provinsi. Tapi dampak kerusakan lingkungan dari galian tersebut yang menjadi korban adalah masyarakat Sampang.

Seringnya tambang tersebut memakan korban Jiwa, tidak ada sama skali upaya dari Kepolisian untuk melakukan upaya proses hukum seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Seorang operator alat berat berupa wales mengalami kecelakaan kerja hingga tewas di Dusun Tejeteh, Desa Murbatoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada pukul 16:00 WIB, Kamis (28/2/2019).

Korban bernama Haryono (28) warga Dusun Diya’an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang tewas mengenaskan dengan tertimpa wales.

“Usai memperbaiki, wales dicoba dinyalakan lagi oleh korban. Namun, diduga rem wales tidak berfungsi sehingga berjalan sendiri dan menimpa korban,” kata seorang warga setempat,

Kabid Humas polres Sampang dan Pemda Sampang saat di konfirmasi hal tersebut belum bisa memberikan pernyataan resmi yang jelas. nada telpon selulernya aktif tapi tidak ada tanggapan. (02/03/2019). (Rif/Tim/Red)

Bagikan berita ini



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.