Jawapes Surabaya – Berawal dari informasi masyarakat bahwa disuatu tempat diduga ada penadah motor hasil curian dengan menggunakan STNK dan plat nomor asli, sedangkan STNK dan plat nomor tersebut dibeli melalui online di group media sosial Facebook (FB) dan Whatsaap (WA).

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengecekan di lokasi, Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap tersangka Heri Setiawan sebagai penadah motor hasil curian di kos – kosannya jalan Dukuh Bulu Lontar Surabaya dan selang beberapa jam, petugas juga menangkap tersangka Andri warga jalan Petemon Kali Surabaya dan kos di Banyu Urip Wetan Surabaya di depan giant jalan Diponegoro Surabaya sebagai perantara, tutur Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana, di Mapolrestabes Surabaya, (6/12/2017).

Kompol I Dewa menambahkan, Setelah dilakukan pengeledahan di tempat kosnya ditemukan puluhan plat nomor serta STNK motor, sebuah motor, KTP dan Sim C.
Pengakuan Heri, motor beat tahun 2014 tersebut dibeli dengan harga Rp 2,3 juta melalui perantara Andri tanpa dilengkapi surat – surat, sedangkan plat nomor dan STNK – nya dibeli melalui online seharga Rp 200 hingga sampai Rp 300 ribu, sambungnya.

Motor hasil curian tersebut dijual lagi dengan dilengkapi STNK dan plat nomor yang sudah disesuaikan, namun antara nomer mesin dan rangka motor tidak cocok dengan yang ada di STNK, jelasnya.

Sudah satu tahun ini melakukan penjualan motor hasil curian  dengan dilengkapi STNK dan plat nomor yang dibeli melalui online, tegasnya.

Kini tersangka ditahan di Mapolrestabes Surabaya dan dikenakan pasal 480 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, tandasnya. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *