Diduga Lurah Gunung Anyar Tambak Manipulasi Data Ukur Tanah


Jawapes Surabaya – Sejumlah warga di wilayah Gunung Anyar Tambak Surabaya mengeluh terkait berkurangnya ukuran luas tanah sepanjang 2 meter. Adanya informasi tersebut membuat tim Investigasi LSM Garad dan Media Jawapes melakukan konfirmasi kepada pihak Lurah Gunung Anyar Tambak, kamis (12/10/2017).

Namun Lurah Amelia terkesan tertutup saat ditanyakan mengenai proses pengukuran tanah tersebut. “Kenapa pakai pihak media, silahkan pemilik tanahnya untuk tanya langsung ke pihak BPN yang melakukan pengukuran. Saya sudah capek dengan urusan ini, apa tadi Masnya sudah lapor depan untuk temui saya,” jawab Amelia dengan arogansinya.

“Memang penanda tanganannya disini, karena itu kan sudah program Pemerintah untuk pengurusan Sertifikasi, tapi untuk potongan dua meter itu saya tidak tahu, saya tidak mau disangkut pautkan hal itu,” ujar Amelia dengan nada tinggi.

Sedangkan Nano Garad yang menanyakan alasan ketidaktahuan Lurah Gunung Anyar Tambak atas potongan luas tanah tersebut menduga adanya konspirasi antara pihak Kelurahan dengan BPN. “Pengurusan Suratnya dikantor Kelurahan, jelas aneh kalau tidak tahu karena banyak keluhan dari Masyarakat terkait pemotongan tanah tersebut? Saat saya tanyakan itu, malah dia jawab dengan nada tinggi dan marah, ini menguatkan dugaan kami adanya konspirasi terselubung dalam manipulasi data. Sedangkan korbannya tidak satu orang, tinggal kalikan aja ketemunya berapa?” ujar Nano yang terlihat ada perdebatan kecil dengan pihak Lurah.

Perdebatan tersebut berujung dengan pengusiran LSM dan wartawan, pihak Lurah memerintahkan stafnya untuk memanggilkan Binmaspol. Pertemuan singkat LSM Garad bersama awak media Jawapes yang ditemui Amelia didepan ruangannnya berakhir tanpa ada kejelasan dari Amelia. (Ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *